Your search: Panduan warisan budaya

Panduan warisan budaya

beacon
5 entrys
order by:
 
 
view as:
Page: 1
  • previous | 
  • 1 | 
  • 2 | 
  • next
 
 
Museum Asi Mbojo, Kota Bima
Opening times:
Selasa-Sabtu: 07:30-14:30 WIBTA Senin: Tutup
Town:
Kota Bima
Province:
Nusa Tenggara Barat
Country:
IND
Type of organisation:
Museum
Postal adress:

Museum Asi Mbojo
Jln. Sultan Ibrahim No. 2
Kota Bima
tel: (0374) 44331

Information:
Museum Asi Mbojo adalah bekas Istana Kerajaan/Kesultanan Bima. Istana Kesultanan Bima dibangun pada tahun 1927 – 1930 dibangun oleh arsitektur dari Ambon yang bernama Mr. Obzicter Rehatta dengan perpaduan konstruksi tradisional dan Eropa. Istana ini juga memiliki sebuah tiang bendera yang bermakna atau monumental. Tiang bendera yang berbentuk tiang perahu sekaligus untuk memperingati pembubaran Angkatan Laut dari Kerajaan Bima pada abad ke-18 tahun 1789. Pada tanggal 10 Agustus 1989 dialihfungsikan menjadi Museum Asi Mbojo yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Warsito dan Bapak Bupati Bima H. Oemar Harun, BSc dan pada tanggal 14 Januari 1997 diadakan renovasi dan penataan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan yang diresmikan oleh Bapak Bupati Bima, Adi Haryanto. Di Museum Asi Mbojo tersimpan koleksi benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan/Kesultanan Bima yang terbuat dari emas, seperti: Mahkota Kerajaan, Keris Kerajaan/Kesultanan Bima, Golok Sakti La Ngguntu Rante, Keris-keris Pusaka, Payung Kerajaan, senjata, tongkat, perlengkapan kuda kerajaan, pakaian adat serta barang-barang lainnya yang digunakan oleh Raja/Sultan untuk kegiatan sehari-hari. Pada tahun 2009, Museum Asi Mbojo menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima.

Sumber: Asosiasi Museum
 
 
 
 
 
Museum Dalam Loka Sumbawa / Museum Samawa ( Istana Tua ), Seketeng
Town:
Seketeng
Province:
Nusa Tenggara Barat
Country:
IND
Type of organisation:
Museum
Postal adress:

Museum Samawa (Istana Tua)
Dalam Loka, Kelurahan Seketeng
Kota Sumbawa Besar
tel: (0371) 625747

Information:
Istana Tua peninggalan Kerajaan Sumbawa (Dalam Loka' Dea Mraja), bangunannya dibuat dengan konstruksi kayu, lokasi karang pekat, Kota Sumbawa Besar.

Istana kuno tersebut terbuat dari kayu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III (sekitar tahun 1885 M). Saat ini digunakan/dimanfaatkan sebagai "Museum Daerah Sumbawa" tempat penyimpanan benda-benda sejarah Kabupaten Sumbawa. Istana ini merupakan dua bangunan kembar ditopang atas tiang kayu besar sebanyak 99 buah, sesuai dengan sifat Allah dalam Al - Qur'an (Asma'ul Husna).

Sebelum Dalam Loka dibangun di atas lokasi yang sama pernah dibangun pula beberapa istana kerajaan pendahulu. Diantaranya Istana Bala Balong, Istana Bala Sawo dan Istana Gunung Setia. Istana-istana ini telah lapuk dimakan usia bahkan diantaranya ada yang terbakar habis di makan api.
Sebagai gantinya, dibangunlahsebuah istana kerajaan yang cukup besar ukurannya beratap kembar serta dilengkapi dengan berbagai atribut. Istana yang dibangun terakhir ini bernama Dalam Loka.

Tidak jauh dari Istana Tua, sekitar 500 meter kearah utara pada tahun 1934 dibangun sebuah istana modern oleh Belanda.Hingga kini istana yang lebih populer disebut Wisma Praja atau Pendopo Kabupaten itu masih berdiri kokoh. Wisma Praja ini sempat menjadi kantor terakhir Sultan Sumbawa, dibagian depannya ada sebuah bangunan bertingkat tiga yang juga sangat unik.

Di Dalam Loka ini kita dapat melihat ukiran motif khas daerah Samawa, sebagai ornamen pada kayu bangunannya. Miniatur Dalam Loka ini dapat dilihat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Sumber: http://lombok-sumbawa-ntb.blogspot.co.id/2011/08/istana-dalam-loka-samawa-old-place.html
 
 
 
 
 
Museum Negeri Propinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram
Opening times:
Selasa - Kamis: 08:00-14:00, Jumat: 08:00-11:00, Sabtu 08:00-12:30, Minggu: 08:00-14:00
Town:
Mataram
Province:
Nusa Tenggara Barat
Country:
IND
Type of organisation:
Museum
Postal adress:

Museum Negeri Propinsi Nusa Tenggara Barat
Jalan Panji Tilar Negara No. 6
83114 Mataram
tel: 0370-632159, 637503
fax: 0370-637503

Information:
Museum Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat dirintis pembangunannya sejak 1976/1977. Pembangunan prasarana museum berlangsung hingga tahun anggaran 1980/1981.

Kelembagaan museum ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 23 Januari 1982. Peresmiannya dilaksanakan pada 23 Januari 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef. Sejak diresmikan hingga tahun 2000, Museum Negeri Propinsi Nusa Tenggara Barat merupakan UPT (Unit Pelaksana Teknis) Direktorat Jenderal Kebudayaan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 museum ini menjadi UPT Daerah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Koleksi:
Sampai dengan 2006 museum ini memiliki koleksi sebanyak 7.387 buah, berupa koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, sejarah, numismatik, heraldik, filologi, dan keramik.

Sumber: https://museumku.wordpress.com/2010/04/15/museum-negeri-provinsi-nusa-tenggara-barat/
 
 
 
 
 
Museum Samparaja, Kerara Bima
Town:
Kerara Bima
Province:
Nusa Tenggara Barat
Country:
IND
Type of organisation:
Museum
Postal adress:

Museum Samparaja
Jl. Gajah Mada
Kerara Bima

Information:
Museum ini dibangun sejak tahun 1987 yang dirintis sekaligus didirikan oleh Hj. Siti Maryam R. Salahuddin (anak ke-7 Sultan Salahuddin – Raja Kesultanan Bima). Tujuan pendirian Museum Kebudayaan Samparaja ialah penyelamatan peninggalan Kesultanan Bima terutama naskah-naskah lama dari kepunahan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya daerah serta menjadikan museum sebagai sarana penelitian kebudayaan Bima. Status museum Kebudayaan Samparaja adalah museum pribadi yang terbuka untuk umum.

Koleksi yang dimiliki museum Kebudayaan Samparaja antara lain naskah-naskah lama berhuruf Arab dan berbahasa Melayu yang ditulis sekitar abad XVII - XIX Masehi. Naskah-naskah tersebut memuat berbagai ilmu pengetahuan dan sejarah pemerintahan Bima, hukum adat dan hukum Islam yang diterapkan di Bima, Ilmu Pertanian, kelautan, perbintangan, hubungan interaksi dengan daerah lain maupun pedagang dari negeri asing. Tidak ketinggalan Kitab La Nonto Gama menjadi koleksi utama juga yaitu berupa kitab-kitab Al Quran yang ditulis dengan tangan yang merupakan peninggalan langsung Kesultanan Bima. Selain kronik, manuskrip atau naskah-naskah lama, Museum Kebudayaan Bima juga mengoleksi benda etnografi budaya Bima, pakaian adat lama semasa Kesultanan Bima dari pakaian pangkat-pangkat adat, pakaian upacara adat, pakaian pengantin, pakaian adat anak-anak, ukiran kayu dan perak, serta keramik-keramik lama.
 
 
 
Page: 1
  • previous | 
  • 1 | 
  • 2 | 
  • next